karyawan swasta ketahuan menggunakan alat bantu sex

Hari masih pagi dan kantorpun masih sepi siska beranjak kekantor diawal pagi yang sangat cerah, awal mula semua ini sudah dirancang siska untuk datang lebih awal dikantor dekat kosan dia karena selain dia tinggal bersama teman satu kamarnya dia juga tidak ada tempat untuk melampiaskan nafsu seksualnya yang kian memuncak berawal dari nonton film porno, dikosan yang tidak luas sekitar 3 x 4 meter itu siska kesusahan untuk mencari tempat untuk melakukan masturbasi yang aman dan nyaman sampai puncak klimaks dia dapatkan.

Terseliplah dipikiran siska untuk melakukan masturbasi diruang kantornya yang masih sepi karyawan lainnya, hari itu telah dia manfaatkan untuk melakukan masturbasi dengan menggunakan sebuah alat bantu sex yang dia dapatkan dari pembelanjaan secara online, diawal masturbasi sampai puncak klimaks dia dapatkan masih dalam kondisi aman namun saat itu apeslah sudah ketika petugas kebersihan kantor datang dan membersihkan seluruh ruangan kantor termasuk dari semua ruangan itu terdiri dari kantor siska, ketika itu dia terperogok basah ketahuan bahwa alat bantu sex yang siska gunakan masih terletak diatas meja kantor yang masih berlumuran sperma atau air mani yang baunya sangat menyengat tercium dari alat bantu sex tersebut.

Lalu siska bergegas untuk mengambil alat bantu sex tersebut dan segera dia masukkan kedalam kotak kemasan, petugas kebersihanpun langsung menegur siska dengan perkataan sedikit mengancam untuk melaporkannya keatasan, namun hal itu bisa dicegah siska dengan membungkam mulutnya selembar uang kertas untuk menutup mulutnya supaya tidak menyebar luas diseluruh karyawan dan tidak dilaporkannya keatasan.